Monday, October 19, 2009

Evolusi 1G-4G


Teknologi telekomunikasi merupakan salah satu teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Mulai dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), Teknologi satelit yang memugkin melakukan komuikasi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.Teknologi telekomunikasi bergerak(mobile technology) juga mengalami perkembangan yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G dan bahwakan 5G.

Oleh karena itu, Perkembangan teknologi wireless (nirkabel) dalam era komunikasi data yang semakin cepat dan mengglobal ini telah membawa masyarakat melewati beberapa tahapan pengembangan teknologi sekaligus.


Generasi Pertama Telekomunikasi Bergerak (1G)

Dimulai dengan sebuah desain tentang telepon yang bisa dibawa kemana saja, pada dekade 70an diciptakanlah sebuah sistem telepon bergerak yang kemudian dikenal sebagai telepon bergerak generasi pertama (1G). Sebuah sistem awal yang didasarkan pada teknologi analog dan struktur dasar seluler dari komunikasi bergerak. Sistem ini mulai diimplementasikan pada tahun 1984. Layanan yang menjadi andalan pada generasi pertama ini adalah layanan suara analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Standardisasi yang digunakan pada generasi pertama ini adalah standardisasi semacam AMPS, TACS dan NMT.
AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar. Pada generasi pertama ini data bandwidth yang mampu dilewatkan hanya sebesar 1,9 kbps dan dengan menggunakan sistem multiplexing FDMA (sistem multipleksing berdasar pembedaan dan pembagian frekuensi).

Generasi Kedua Telekomunikasi Bergerak (2G)

Sistem generasi kedua (2G) didesain pada dekade 80an dan mulai diimplementasikan pada awal dekade 90an atau sekitar 1991. Secara garis besar masih digunakan untuk layanan suara namun secara perlahan sudah mulai beralih ke teknologi digital. Sistem 2G menyediakan layanan komunikasi data dengan teknologi circuit-switched dengan kecepatan rendah. Sisi lain dari perkembangan teknologi 2G adalah makin kentaranya perlombaan untuk mendesain dan mengimplementasi teknologi 2G yang lebih baik antar bagian dunia terhadap bagian dunia lain.
Perlombaan ini telah memunculkan berbagai variasi teknologi dengan standardisasi yang tidak compatible antara satu dengan yang lain. Contoh perbedaan yang ada seperti standardisasi GSM (Global System for Mobile Communication) umumnya digunakan di dunia belahan Eropa, TDMA (Time Division Multiple Access) sering digunakan di Amerika Serikat, PDC (Personal Digital Cellular) banyak digunakan di Jepang dan CDMA (Code Division Multiple Access) digunakan di bagian lain di Amerika Serikat.
GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA(Frequency Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900 Mhz dan ini merupakan standard yang pelopori oleh ETSI (The European Telecommunication Standard Institute) dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz Pada band frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi 25 KHz ini kemudian dibagi menjadi 124 carrier frekuensi yang terdiri dari 200 KHz setiap carrier. Carrier frekuensi 200 KHz ini kemudian dibagi menjadi 8 time slot dimana setiap user akan melakukan dan menerima panggilan dalam satu time slot berdasarkan pengaturan waktu. Teknologi GSM sampai saat ini paling banyak digunakan di Dunia dan juga di Indonesia karena salah satu keunggulan dari GSM adalah kemampuan roaming yang luas sehingga dapat dipakai diberbagai Negara. Akibatnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil yaitu sekitar 9.6 kbps karena pada awalnya hanya dirancang untuk penggunaan suara.
CDMAOne (Code Division Multiple Access) merupakan standard yang dikeluarkan oleh Telecommunication Industry Association (TIA) yang menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum(DSSS) dimana frekuensi radio 25 MHz pada band frekuensi 1800MHz dan dibagi dalam 42 kanal yang masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akes data yang bisa didapat dengan teknologi ini adalah sekitar 153.6 kbps. Dalam CDMA,seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh karena itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metoda akses FDMA maupun TDMA. CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain.
GSM dan CDMA merupakan teknologi digital. Meskipun secara teknologi CDMA 20001x lebih baik dibandingkan dengan GSM akan tetapi kehadiran CDMA ternyata tidak membuat pelanggang GSM berpaling ke CDMA. Ada beberapa keunggulan teknologi CDMA dibandingkan dengan GSM seperti suara yang lebih jernih, kapasitas yang lebih besar, dan kemampaun akses data yang lebih tinggi. Berbeda dengan metode akses TDMA dan FDMA, maka CDMA menggunakan kode-kode
tertentu untuk membedakan setiap uses pada frekuensi yang sama. Karena menggunakan
frekuensi yang sama maka daya yang dipancarkan ke BTS dan juga daya yang diterima harus
diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu user yang lain baik dalam sel yang sama atau sel yang lain dan ini dapat diwujudkan dengan menggunakan mekanisme power control. Ada beberapa operator di Indonesia yang telah mengimplementasikan teknologi CDMA 2000 1x ini seperti Telkom yang dikenal dengan Flexi, Indosat dengan nama StarOne, Mobile 8 dengan nama Fren, Bakrie telecom dengan nama Esia. Operator CDMA di Indonesia dikategorikan kedalam kategori FWA (Fixed Wireless Access) sehingga mobilitasnya sangat terbatas padahal CDMA juga bisa seperti GSM dengan kemampuan mobilitas penuh.
Secara umum layanan 2G yang berkembang, baik itu menggunakan standardisasi apa pun, mengedepankan layanan suara dengan sistem digital serta mulai memperkenalkan teknologi layanan pertukaran data. Layanan pertukaran data ini masih tergolong sederhana karena masih dibatasi bandwidth 14,4 kbps. Layanan ini sering dikenal masyarakat dengan istilah layanan pesan singkat atau SMS (Short Message Service).

Generasi kedua-setengah Telekomunikasi Bergerak (2.5G)


Pada awalanya akses data yang dipakai dalam GSM sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps karena memang tidak dimaksudkan untuk akses data kecepatan tinggi.Teknologi yang digunakan GSM dalam akses data pada awalnya adalah WAP (Wireless Application protocol) tetapi tidak mendapat sambutan yang baik dari pasar. Kemudian diperkenalkan teknologi GPRS(General Packet Data Radio Services) pertama sekali oleh PT.Indosat Multi Media (IM3) pada tahun 2001 di Indonesia. Secara teoritis kecepatan akses data yang dicapai dengan menggunakan GPRS adalah sebesar 115 Kbps dengan throughput yang didapat hanya 20 – 30 kbps. GPRS juga memungkinkan untuk dapat berkirim MMS (Mobile Multimedia Message) dan juga menikmati berita langusng dari Hand Phone secara real time.Pemakaian GPRS lebih ditujukan untuk akses internet yang lebih flexibel dimana saja,kapan saja, kita dapat melakukannya asalkan masih ada sinyal GPRS.
Selama ini operator telekomunikasi bergerak yang sudah mengimplementasikan GPRS sudah membuat berbagai pola pentarifan mulai dari pentarifan berdararkan harga per KB data yang didownload sampai dengan fixed rate dimana setiap pemakai GPRS dapat menggunakan 24 jam dikenakan biaya sebesar tertentu misakanya Rp350.000 per bulan.Ketika pentarifan fixed rate ditetapkan sudah mendapat sambutan yang cukup banyak dari pemakai GPRS termasuk saya yang bisa memakai internet di rumah dan dikantor hanya dengan modal sebuah handphone dengan kemampuan GPRS dan sebuah labtop atau PC. Program ini tidak dilanjutkan, hanya sekitar satu tahun, kemudian pentarifan GPRS dikembalikan ke pola semula berdasarkan jumlah data yang di download. Akhirnya pemakai GPRS menurun drastis karena jika kita hanya memakai untuk akses internet misalnya browsing, email dan chatting saja kita akan membayar sekitar 1-2 juta rupiah perbulan. Dengan biaya bulanan seperti ini akan sedikit yang mampu memakai GPRS untuk mengakses internet.
Setelah itu ada lagi teknologi yang disebut dengan EDGE (Enhanced Data for Global
Evolusion) yang hanya sempat diimplementasikan oleh PT.Telkomsel dan lewat begitu saja dan hanya terdengar gemanya ketika ujicoba melihat liputan 6 SCTV dari handphone yang dilihat langusng oleh meteri perhubungan saat itu. kecepatan akses data dengan teknologi ini mencapai 3-4 kali kecepatan yang didapat di GPRS.

Generasi ketiga Telekomunikasi Bergerak(3G)

Pada dekade 90an dua organisasi bekerja untuk mendefinisikan kelanjutan generasi telepon selular berikutnya. Mereka menyebutnya generasi ketiga (3G). Generasi ketiga ini hadir dengan tujuan mengeliminasi incompatibility hasil dari berbagai macam versi dari generasi kedua dan akhirnya menjadi sistem global yang sejati.
Disamping mencoba mengatasi incompatibility antar sistem sebuah sistem 3G diharapkan akan mendapatkan kualitas channel suara yang lebih baik dari generasi sebelumnya dan kemampuan dalam mengirimkan data broadband hingga 2 Mbps (setara dengan 1 E1 = 2,048 Mbps). Sayang sekali kedua organisasi tersebut (masing-masing organisasi menelurkan standardisasi masing-masing yakni WCDMA dan CDMA2000) gagal dalam melakukan rekonsiliasi perbedaannya, hasil akhirnya kita bisa melihat pengenalan akan dua macam versi dari generasi ketiga telepon seluler.
Dalam perjalanannya menuju generasi ketiga, diciptakanlah sebuah sistem yang disebut Sistem 2,5G. Sistem ini adalah kondisi perantara dari 2G ke 3G. Standardisasi yang dikenal pada generasi ini seperti EDGE, GPRS, 1XRTT. Pada dasarnya 2,5 G didesain untuk meningkatkan kapasitas kanal frekuensi radio dari teknologi 2G dan memperkenalkan layanan data hingga kecepatan 384 kbps. Aspek paling penting dari generasi 2,5 adalah kanal data dioptimasi untuk paket data yang akan memperkenalkan media akses ke internet melalui perangkat mobile entah itu telepon, laptop ataupun PDA.
Teknologi 3G didapatkan dari dua buah jalur teknologi telekomunikasi bergerak. Pertama adalah kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS/EDGE dan yang kedua kelanjutan dari teknologi CDMA (IS-95 atau CDMAOne).
UMTS(Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan dengan GRPS dan EDGE. Kecepatan akese data yang bisa didapat dari UMTS adalah sebesar 384 kbps pada frekuensi 5KHz sedangkan kecepatan akses yang didapat dengan CDMA1x ED-DO Rel0 sebesar 2.4 Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO relA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi 1.25MHz yang merupakan kelanjutan dari teknologi CDMAOne. Berbeda dengan GPRS dan EDGE yang merupakan overlay terhadap GSM, maka 3G sedikit berbeda dengan GSM dan cenderung sama dengan CDMA.
3G yang oleh ETSI disebut dengan UMTS (Universal Mobile Telecommunication Services) memilih teknik modulasi WCDMA(wideband CDMA). Pada WCDMA digunakan frekuensi radio sebesar 5 Mhz pada band 1.900 Mhz (CdmaOne dan CDMA 2000 menggunakan spectrum frekuensi sebesar 1.25 MHz) dan menggunakan chip rate tiga kali lebih tinggi dari CDMA 2000 yaitu 3.84 Mcps (Mega Chip Per Second). Secara teknik dalam jaringan UMTS terjadi pemisahan antara circuit switch (cs) dan packet switch (ps) pada link yang menghubungkan mobile equipment (handphone) dengan BTS (RNC) sedangkan pada GPRS dan CDMA 2000 1x tidak terjadi pemisahan melainkan masih menggunakan resource yang sama di air interface (link antara Mobile Equipment dengan Base Station). HSPDA (Higth Speed Packet Downlink Access) merupakan kelanjutan dari UMTS dimana ini menggunakan frekuensi radio sebesar 5MHz dengan kecepatan mencapai 2Mbps.
Berdasarkan perkembangan sejarah yang telah tertulis, indikasi munculnya sebuah generasi baru akan terjadi setiap satu dekade (sekitar sepuluh tahun), kenyataan ini memunculkan semangat untuk memulai kelahiran dari generasi keempat dalam komunikasi telepon bergerak.

Generasi keempat Teknologi Telekomunikasi Bergerak (4G)

Teknologi 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi yang bisa selalu terhubung setiap saat. Atau bisa dijabarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat apa saja.

Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps,30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G.. Kecepatan akses tersebut didapat dengan mengguanakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier. Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan.
Visi 4G
Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless accessyang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya. Sehingga diharapkan pada tujuan akhir nanti dari kemunculan teknologi ini adalah untuk memuaskan para penggunanya. Dan salah satu parameter yang bisa dilihat adalah dengan meningkatnya permintaan dari pengguna itu sendiri.
Salah satu istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan teknologi 4G adalah MAGIC :
•M obile multimedia, penggunaan aplikasi bergerak di mana saja.
•A nytime anywhere, kapan saja dan dimana saja.
•G lobal mobility support, sangat mendukung kebebasan bergerak.
•I ntegrated wireless solution, solusi perangkat wireless terintegrasi.
•C ostumized personal service, layanan yang mampu mengekspresikan diri.
Dengan kemampuan dari teknologi 4G yang sedemikian canggih dalam menyelaraskan berbagai jaringan komunikasi pita lebar, diharapkan kehadiran teknologi semacam 4G ini dapat ditunjang dengan keberadaan industri dan penggunaan perangkat mobile seperti laptop, PDA dan handhelds yang semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin user friendly. Keberadaan yang dimaksud bukan hanya ada barangnya, tapi tentu saja dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas yang memuaskan.

Perbedaan 3G & 4G

3G :
Frequency Band : 1.8 - 2.5 GHz
Bandwidth : 5-20 MHz
Data rate : Up to 2Mbps
Access : Wideband CDMA
FEC : Turbo-codes
Switching :Circuit/Packet
Top speeds : 200 kmph

4G :
Frequency Band : 2 - 8 GHz
Bandwidth : 5-20 MHz
Data rate : 20 Mbps or more
Access : Multi-carrier - CDMA or OFDM(TDMA)
FEC : Concatenated codes
Switching : Packet
Top speeds : 200 kmph

Keuntungan & kerugian dari wired / wireless

Kenapa harus menggunakan jaringan ?

Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer desktop, laptop, atau piranti jaringan lainnyaseperti printer dengan tujuan utamanya adalah saling berbagi data – saling bertukaran data, penggunaan printer secara bersamaan, dan agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Jadi pada dasarnya jaringan komputer adalah saling berbagi dan saling bertukar data, dan kalau adakoneksi broadband internet maka semua komputer bisa saling terhubung ke internet dengan hanya menggunakan satu sambungan internet, dan jika ada alat komunikasi seperti email – maka semua yang terhubung dengan jaringan bisa saling berkirim email dan bahkan chatting satu sama lain.

Keuntungan dari system jaringan
Jaringan komputer menawarkan banyak fleksibilitas dalam hal anda bekerja dan menghabiskan waktu dengan komputer anda dan juga perangkat electronic lainnya yang dengan dukunganjaringan yang anda bangun anda akan secara umum mendapatkan banyak keuntungna antara lain:

•Bersama semua komputer yang ada dalam jaringan, anda bisa sharing / berbagi koneksi broadband internet sehingga setiap orang bisa browsing internet secara bersamaan.
•Bisa sharing berbagai macam dokumen dan file termasuk music, video, photos, dll
•Menyimpan semua file – dokumen, pustaka music, video, digital photos, dokumen lainnya di satu tempat yang bisa diakses secara sharing atau bahkan bisa diberikan suatu keamanan siapa yang boleh baca tulis, atau siapa yang dapat akses file apa.
•Anda bisa mengamankan jaringan komputer anda dengan secara terpusat dari serangan dan ancaman keamanan dari internet.
•Bias berhemat dengan pemakaian printer, scanner, plotter, dan peripheral lainnya secara bersamaan.
•Dengan Storage area network, anda bisa memusatkan penyimpanan data dan dokumen lainnya kedalamnya dan anda bisa memanagenya dengan administrasi sesuai kebutuhan, Dll.

Ada dua jenis jaringan yang bisa anda pilih, jaringan kabel (wired) dan jaringan wireless. Anda bisa memilihnya yang mana cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda, bahkan anda bisa menggabungkan keduanya. Kedua jaringan tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.

Wireless vs Wired
•Jaringan wireless / wireless network – yang menggunakan komunikasi antar piranti dengan menggunakan gelombang radio.
•Jaringan wired – yang menggunakan kabel data jaringan dalam komunikasi antar piranti jaringan dengan technology Ethernet.

Kenapa memilih jaringan wireless?
Ada dua jenis jaringan yang bisa anda pilih, jaringan kabel (wired) dan jaringan wireless. Anda bisa memilihnya yang mana cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda, bahkan anda bisa menggabungkan keduanya. Kedua jaringan tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.


Ada dua macam technology jaringan yang umum yaitu:
• Jaringan wireless / wireless network – yang menggunakan komunikasi antar piranti dengan menggunakan gelombang radio
• Jaringan wired – yang menggunakan kabel data jaringan dalam komunikasi antar piranti jaringan dengan technology Ethernet.

Kenapa memilih jaringan wireless?
Kelebihan utama jaringan wireless tidak menggunakan kabel dalam komunikasinya, akan tetapi menggunakan gelombang radio, seperti telpon cordless. Keuntungannya adalah sifat mobilitasnya yang tinggi dan tidak tergantung kepada kabel dan koneksi tetap. Keuntungan yang bisa kita petik dengan jaringan wireless ini secara umum sebagai berikut:
• Bebas bekerja dari mana saja dan bersifat mobile, asalkan terjangkau oleh jaringan wireless ini.
• Tidak ada batasan kabel jaringan atau sambungan tetap, jadi tidak memerlukan kabel data yang terkadang merepotkan anda sehingga menghemat waktu
•Instalasi yang relative cepat dan mudah.
•Gampang pengembangannya.

Jaringan wireless umumnya juga disebut sebagai Wi-Fi – wireless Fidelity, yang memungkinkan anda menggunakan computer anda dimana saja di rumah anda selama masih dalam jangkauan jaringan wireless. Bahkan di tempat-2 umum sekarang ini sudah banyak disediakan layanan hot-spot seperti di cafĂ©, di airport, di hotel, di tempat-2 bisnis dan lain-lain.

Kenapa memilih jaringan kabel – wired network?
Technology jaringan komputer menggunakan kabel telah dipakai selama beberapa decade – dan yang paling banyak dipakai adalah technology Ethernet. Komunikasi jaringan wired menggunakan kabel jaringan yang umum memakai cable CAT5 – cable jaringan Ethernet. Jaringan kabel sangat bagus jika anda melakukan transfer data dalam jumlah yang sangat besar dengan stabil dan kecepatan tinggi seperti transfer data multimedia professional berkualitas.

Keuntungan dari jaringan wired bisa meliputi beberapa hal berikut ini:

•Relative berbiaya rendah.
•Menawarkan performa yang paling bagus, walaupun instalasinya relative rumit.
•Kecepatan relative lebih tinggi sampai kecepatan Gigabit, dibandingkan dengan kecepatan wireless paling tinggi ideal adalah 300 Mbps (dengan standard draft 802.11n dan dilengkapi technology antenna MIMO, itu jika kondisi sangat ideal, dalam kenyataannya untuk wireless-B yang ideal 11 Mbps saja hanya bisa mencapai paling 7 Mbps).
•Relative lebih aman dibandingkan jaringan wireless, apalagi jika keamanan fisik bisa dikendalikan dengan baik. Sementara untuk jaringan wireless, bisa menembus keamanan fisik (seperti tembok yang tebal sekalipun, dengan menggunakan technology booster / hi-gain masih bisa menembusnya dengan baik karena memakai gelombang radio sebagai transmisi medianya.

Pada suatu infrastruktur jaringan corporate yang sangat besar skalanya, penggunaan jaringan kabel sangat mutlak dipakai dengan menggunakan system redundansi jaringan kabel inter-Switch yang sangat effisien dengan protocol STP dan tuning manual.

Outdoor & Indoor WLAN


Saat ini banyak Perusahaan dan Instansi Pemerintahan yang mengaplikasikan teknologi WLAN (Wireless LAN) menggantikan teknologi jaringan kabel yang sudah ada sebelumnya. Tidak asing lagi jika saat ini sudah sangat banyak diaplikasikan dan kita jumpai hampir di tiap kehidupan kita. Jaringan wireless LAN saat ini adalah merupakan yang sering banyak kita jumpai dan diaplikasikan di seluruh belahan dunia. Dan jaringan wireless indoor dan outdoor-lah yang sering kita jumpai di kehidupan kita. Namun sebelum kita bahas tentang outdoor & indoor wireless LAN yang ada, tidak ada salahnya bila kita membahas dahulu tentang standar yang dipakai dalam IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :

- 802.11 - 2,4GHz - 2Mbps
- 802.11a - 5GHz - 54Mbps
- 802.11a 2X - 5GHz - 108Mbps
- 802.11b - 2,4GHz - 11Mbps
- 802.11g - 2,4GHz - 22Mbps
- 802.11n - 2,4GHz - 120Mbps


Jenis-jenis perangkat Wireless LAN :

Access Point

Biasa disebut dengan Hotspot yang berfungsi seperti hub dimana akan menghubungkan bermacam perangkat wireless yang terhubung dengan perangkat tersebut. Bermacam perngkat Access point memiliki konfigurasi administrator yang berbeda-beda sesuai dengan produsennya masing-masing dengan tingkat keamanan yang dapat diatur sesuai dengan kehendak administrator jaringan yang bersangkutan seperti menambahkan enkripsi WEP dan semacamnya untuk keamanan jaringan.

Wireless Card PCI

Perangkat wireless berbentuk card PCI yang dipakai dalam sebuah PC yang tidak memiliki perangkat embedded wireless di dalamnya. Kebanyakan perangkat ini memiliki jangkauan sinyal yang kecil sehingga kadang pengguna menambahkan perangkat antena tambahan untuk menambah kekuatan tangkap sinyal yang ada.

Wireless USB

Perangkat ini banyak diperoleh di pasaran. Perangkat ini bersifat mobile namun karena bentuknya yang terbilang kecil sehingga membuat daya tangkap perangkat ini lebih kecil dibandingkan dengan perangkat lain seperti Wireless card PCI.

PCMCIA

Perangkat ini banyak dijumpai pada Laptop atau notebook jaman dulu yang belum memiliki perangkat wireless adapter terintegrasi seperti pada dewasa ini yang hampir semua Notebook yang dijual memiliki perangkat wireless dengan harga yang murah (tergantung chipset yang digunakan).

Compact Flash

Compact Flash hampir seperti dengan USB yang bersifat mobil namun beberapa anggapan menyatakan bahwa compact flash di klaim lebih lebih baik dibanding dengan wireless adapter USB.

Embedded

Jenis ini adalah perangkat wireless yang bersifat terintegrasi atau menjadi satu dengan mainboard sebuah PC atau notebook alias onboard.


Bagaimana memilih perangkat 802.11 ?

Kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 punya spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama. Perbedaan yang menyolok berada di software pengendalinya.

Jenis sambungan Wireless LAN


W-LAN Outdoor
Dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16

Standar Wireless LAN 802.16

- Harga perangkatnya sangat mahal.
- Bekerja diatas frekwensi 5GHz.
- Biasanya dipakai oleh operator telekomunikasi.

W-LAN Indoor

Dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11

Penggunaan 802.11 di outdoor :
- Radio 802.11B hanya punya 11 kanal.
- Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight.
- Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda.
- Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan.
- Harus mengatasi interferensi yang terjadi.

Memasang 802.11 di outdoor :

- Menggunakan PCMCIA di dalam komputer.
- Menggunakan Access Point dengan antena luar Outdoor Unit (Proxim Tsunami) yang bekerja di 5GHz dengan jarak sampai 10 km.


Sebagai gambaran saja bahwa Outdoor Unit dengan menggunakan antena luar, jaraknya bisa sampai 40 km dengan menggunakan WaveRider. Untuk outdoor unit dengan jumlah pelanggan banyak, dipakai Cirronet dengan kemampuan menangani sampai 1.200 pelanggan dalam satu rack 19”.

Monday, October 12, 2009

Antena Directional Vs Antena Omni Directinal


Antena Directional / Omni Directional merupakan salah satu solusi cepat, mudah, dan murah untuk memperluas jangkauan dan menghadapi masalah pada jaringan wireless anda. Tentunya sebelum membuat keputusan untuk memilih antena yang tepat dan sesuai dengan kondisi jaringan anda, berikut ini dasar pemahaman tentang terminologi antena Wi-Fi.

Antena Directional

Jenis directional antena sering digunakan pada sistem jaringan point-to-point. Pada sistem ini, gelombang dikonsentrasikan dalam satu arah melalui reflektor, seperti halnya senter yang konsentrasikan cahaya melalui reflektor untuk mempersempit radiasi yang didapatkan. Berikut ini jenis-jenis antena directional :

Antena Yagi


Antena Yagi didesain oleh dua orang Jepang yaitu Hidetsugu Yagi dan Shintaro Uda. Antena ini pada awalnya dirancang untuk radio. Namun, saat ini antena Yagi juga digunakan untuk kebutuhan sistem Wi-Fi. Antena ini biasanya sangat terarah dan sering digunakan untuk sistem jaringan point-to-point atau digunakan untuk memperluas jangkauan dari satu titik ke sistem multi-point. Sebaiknya gunakan antena jenis ini jika anda ingin meng-install sistem anda di luar. Dengan kekuatan sinyal yang sangat baik dan pengaturan yang tepat, antena ini mampu menjangkau hingga beberapa kilometer. Namun antena yang sering digunakan di dalam sistem jaringan point-to-point ini sangat sulit untuk diarahkan.

Antena Parabolic


Antena jenis ini merupakan antena yang benar-benar kuat. Antena yang sering disebut dengan wajanbolic ini mempunyai daya tangkap dan daya pancar yang sangat besar. Namun kelemahannya, antena ini agak sulit untuk diarahkan dan proses pemasangannya bisa dikatakan cukup rumit. Antena Parabolic hampir selalu digunakan untuk menghubungkan Access Point pada jarak jauh. Fokus kekuatan antena ini terletak pada titk pusat antena dan mengirimkan sinyal radio melalui media yang berbentuk parabolic, seperti halnya reflektor pada lampu senter. Cara kerja antena Parabolic sangat fokus dan bisa dijadikan alat yang sempurna jika anda ingin mengirimkan sinyal pada jarak yang sangat jauh.

Antena Panel


Antena Panel merupakan antena yang digunakan untuk mendapatkan arah yang tepat. Antena ini memiliki ukuran yang cukup kecil dan bentuk yang mirip dengan antena Parabolic, tetapi tidak memiliki jangkauan yang jauh seperti halnya Parabolic. Antena Panel yang sesuai digunakan untuk menghubungkan dua Access Point yang berbeda ini mampu menambah sinyal Wi-Fi. Hal ini disebabkan oleh Antena Panel memiliki daya pancar yang bisa diandalkan dan gangguan yang rendah. Selain itu, Antena Panel juga memiliki kekuatan sinyal hingga 15 dBi dan diameter yang cukup kecil, yakni hanya 10 inci.


Antena Omni-directional

Antena Omni-directional (awalan omni berarti “semua”), memiliki kemampuan mengirim gelombang radio 360 derajat ke seluruh penjuru. Antena ini umumnya memiliki daya tangkap dan pancar yang lebih rendah dari pada antena directional. Cara kerja antrena Omni dapat digambarkan dengan lampu senter. Jika anda arahkan cahaya senter pada plafon, cahaya tersebut akan membuat pola melingkar. Cahaya ini dapat divisualisasikan sebagai daya pancar antena omni-directional. Jika anda menggunakan lampu senter yang lebih besar, ukuran lingkaran menjadi lebih besar. Ini adalah cara antena omni-directional bekerja, anda harus menentukan di mana menempatkan antena eksternal anda.

Jarak merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Menghubungkan antena eksternal ke komputer umumnya akan menimbulkan risiko keamanan yang lebih rendah dari pada menghubungkan ke router. Namun, jika anda sudah merasa nyaman dengan keamanan jaringan anda, ada baiknya menggunakan antena tambahan bagi router. Penambahan kekuatan sinyal melalui antena eksternal pada router akan lebih baik dibandingkan menghubungkannya ke komputer. Jenis-jenis antena omni-directional adalah sebagai berikut :

Antena Dipole


Antena ini dikembangkan oleh Heinrich rudolph Hertz sekitar tahun 1886. antena ini dapat dibuat dengan hanya bermodalkan kawat sederhana. Menurut teori, antena ini memiliki cara kerja yang paling sederhana dibandingakan antena lainnya. Antena Dipole bisa terdiri atas satu kawat saja yang disebut single wire dipole, atau bisa juga dua kawat yang dihubungkan di bagian ujungnya dan disebut dengan two wire folded dipole, atau bahkan terdiri dari tiga kawat yang disambung di bagian ujung-ujungnya yang dinamakan dengan three wire folded dipole.

Antena Mobile Wi-Fi


Mobile Wi-Fi merupakan antena yang sering digunakan untuk aplikasi mobile. Antena ini berupa antena vertikal yang terdiri atas beberapa segmen, dimana setengah panjang gelombang elemen tersebut akan diatus secara vertikal ke bagian akhir untuk mencapai daya pancar yang maksimal.
Antena mobile ini biasanya digunakan saat anda sedang berpergian ke bagian tempat seperti taman, restoran, stasiun pengisian bahan bakar, dan tempat peristirahatan jalan tol juga menawarkan akses Wi-Fi kabel berkecepatan tinggi secara gratis bagi pengunjungnya. Melalui antena pada kendaraan anda,anda dapat mengakses jaringan wireless langsung dari kendaraan. Namun, kadangkala sinyal yang didapat sangat rendah sehingga diperlukan antena tambahan kecil yang dapat diletakkan pada atap kendaraan.

Antena Coaxial


Antena Coaxial merupakan satu antena yang sering digunakan pada sistem Wi-Fi. Sebagian besarAccess Point yang dijual menggunakan standar antena jenis ini. Prinsip kerja antena Coaxial sama seperti antena Dipole, meski mempunyai bentuk yang berbeda.
Antena Coaxial terbuat dari bahan besi yang terbungkus karet keras yang berfungsi untuk menahan gelombang radiasi. Biasanya, bagian bawah antena ini mempunyai engsel yang dapat diputar ke segala arah.


Daya tangkap Antena

Daya tangkap antena diukur dalam satuan decibel isotropic(dBi), ditetapkan sebagai sebuah teori kekuatan ukur sinyal antena yang berkaitan dengan bidang imajiner sekitar antena. dBi adalah pengukuran logarithmic. Jadi, setiap 3 dBi adalah dua kali lipat dari daya tangkap antena. Perlu anda ketahui, semakin tinggi dBi maka antena akan menjadi lebih peka dan fokus.

Monday, October 5, 2009

Protokol NETBEUI & IPX/SPX gak bisa Internet ?



Mungkin anda pernah mendengar bila pada jaringan yang kita gunakan menggunakan protokol NETBEUI atau IPX/SPX tidak akan bisa terkoneksi ke internet ? Mengapa ?. Nah disini saya akan membahas kenapa protokol NETBEUI dan IPX/SPX tidak bisa terhubung ke internet. Tapi sebelum kita membahas lebih lanjut, untuk lebih mudahnya akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu protokol, NETBEAUI, IPX/SPX, dsb.


Protokol jaringan

Protokol jaringan adalah suatu cara komunikasi antarkomputer sehingga dapat saling bertukar informasi dengan benar. Terdapat dua bagian protokol dalam jaringan, yaitu protokol penghubung antar peralatan jaringan yang mengatur bentuk dan jenis data yang dikirim, menentukan besaran listrik yang digunakan, jenis kabel dalam proses transmisi data, dll. ,dan protokol kedua adalah protokol dari sistem operasi yang digunakan, seperti Netware yang menggunakan IPX/SPX, Microsoft dengan NetBEUI, protokol standar Internet yang memakai TCP/IP, dll.


IPX (Internetwork Packet Exchange)

IPX adalah protocol jaringan dari Novell yang menghubungkan antara Novell's Netware client dan server. IPX termasuk datagram atau protokol paket. IPX bekerja pada layer jaringan dari protokol komunikasi dan termasuk connectionless. Penerimaan dari paket tersebut dikendalikan oleh protokol lainnya dari Novell yaitu SPX (Sequenced Packet Exchange).SPX mempunyai fungsi utama sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data yang ditransmisikan oleh IPX sehingga data yang terkirim tidak mengalami gangguan ataupun terjadi corrupt pada data.Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware.


NetBIOS (Network Basic Input/Output System)

NetBIOS adalah program yang mengizinkan aplikasi pada komputer yagn berbeda untuk berkomunikasi dalam LAN. Diciptakan oleh IBM untuk jaringan PC pada awalnya, lalu diadopsi oleh Microsoft, dan telah menjadi standart industri jaringan komputer. NetBIOS digunakan pada jaringan Ethernet, token ring, dan Windows NT. NetBIOS tidak mendukung mekanisme routing sehingga aplikasi yang berkomunikasi pada Wide Area Network (WAN) harus menggunakan mekanisme transport yang lain ( contohnya TCP ).
NetBIOS membebaskan aplikasi dari yang harusnya mengerti mengenai jaringan, meliputi perbaikan kerusakan ( pada mode session ). Permintaan akan NetBIOS terjadi pada bentuk Network Control Block (NCB), yang mana diantara hal-hal lainnya, yaitu menspesifikasi lokasi pesan dan nama tujuannya.
NetBIOS menyediakan jasa session dan transport seperti yang telah dijelaskan dalam Open Systems Interconnection (OSI). Tetapi, ia tidak menyediakan standar frame atau format data untuk transmisi. Standar frame tersebut telah disediakan oleh NetBEUI.


NetBEUI (NetBIOS Extended User Interface)

NetBEUI ialah versi terbaru dari NetBIOS, suatu program yang mengatur komunikasi komputer pada LAN. NetBEUI merestrukturisasi frame format (informasi dalam transmisi data) yang sebelumnya tidak diatur oleh NetBIOS. NetBEUI dikembangkan oleh IBM untuk produk dari pengaturan LAN (manager) dan telah diadopsi oleh Microsoft untuk produknya yaitu Windows NT, LAN Manager, dan Windows for Workgroups. Hewlett-Packard dan DEC juga telah melakukan hal yang sama untuk produk mereka.
NetBEUI memiliki performansi yang terbaik untuk komunikasi antar komputer dalam suatu LAN. Karena seperti NetBIOS, ia tidak mendukung routing dari pesan-pesan ke jaringan lain, konfigurasi antar mukanya harus diadaptasikan dari protokol seperti IPX atau TCP/IP. Kita harus menginstall baik NetBEUI dan TCP/IP pada setiap komputer dan mengeset servernya untuk menggunakan NetBEUI untuk komunikasi dalam LAN dan TCP/IP untuk komunikasi di luar LAN.


TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol)

“Terdapat perbedaan antara kata "internet" dengan "Internet". "Internet" adalah International Network sedangkan "internet" adalah internetworking. Kata "Internet" pada IP adalah internetworking”.

TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan digantikan oleh IPv6.

Ciri-ciri yang terdapat di protocol TCP/IP:

•Standart protokol TCP/IP dalam bentuk Request For Comment (RFC) dapat diambil oleh siapapun tanpa biaya.
•Tidak tergantung pada system operasi atau hardware tertentu.
•Pengembamngannya berdasarkan consensus dan tidak bergantung pada vendor tertentu.
•Dapat digunakan hampir disemua perangkat transmisi sepeeti Ethernet, TokenRing, jaur telepon dial-up, jaringan X.25.
•Pengalamatan bersifat unik dalam skala global. Sehingga komputer yang menggunakan TCP/IP dapat saling berhubungan walaupun jaringannya sangat luas.
•Memiliki banyak layanan.
•Bisa diterapkan pada internetwork karena memiliki fasilitas routing.


Nah, apakah sudah jelas kenapa NETBEUI & IPX/SPX tidak bisa terkoneksi ke Internet ?...yup,betul sekali karena NETBEUI tidak mendukung routing, supaya bisa terhubung internet maka pada komputer client & server harus menggunakan NetBEUI untuk komunikasi dalam LAN dan TCP/IP untuk komunikasi di luar LAN. Sedangkan IPX/SPX setahu penulis biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware saja. Untuk lebih jelasnya lagi dari kata 'Internet' saja juga dapat merangkum semua penjelasan tadi. Dimana Internet ialah merupakan suatu kumpulan dari jaringan (network of networks) yang menyeluruh dan menggunakan protokol TCP/IP untuk berhubungan seperti virtual networks.

Mudah-mudahan dengan penjelasan yang agak panjang ini dapat menambah pengetahuan kita tentang protokol jaringan dan pastinya dapat bermanfaat.